AI bagi Media dan Jurnalis: Disrupsi atau Destruksi?
Ia sudah letih. Di masa mudanya ia banyak bekerja untuk kepentingan bangsanya. Buku Jurnalis Perempuan Dalam Pusaran Konflik adalah buku yang penting untuk dibaca oleh semua orang, terutama jurnalis perempuan. Ia juga menyarankan media untuk mulai meningkatkan kapasitas jurnalisnya agar memiliki kompetensi dalam permanfaatan teknologi digital dan AI. Daftar Pelanggaran yang Diincar dalam Operasi Zebra 2024, Mulai 14 Oktober! Dalam mengungkapkan persoalan, Rusli tidak menampilkan struktur, susunan kata-kata, dan kalimat-kalimat yang sulit dipahami. Persoalannya adalah bagaimana setiap persoalan yang diungkapkan bisa lekas dipahami atau dimengerti pembaca. Beberapa titik awal yang penting adalah prinsip-prinsip etika yang disarankan oleh Kementerian Kominfo melalui Surat Edaran No. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. Maka ketika memutuskan untuk menggunakan AI, media mesti bertanggung jawab memastikan keterbukaan dan transparansi kepada pembaca serta menegakkan kontrol gate keeper redaksional hanya pada integritas jurnalis berpengalaman untuk menjamin akurasi, kedalaman dan keberpihakan berdasarkan kepekaan hati nurani dan akal sehat. Meskipun demikian, masih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa media, jurnalis dan masyarakat luas pada umumnya mampu menggunakan AI secara bertanggung jawab, aman dan beretika. Meskipun demikian, umumnya pwsi Rusli Marzuki Saria lahir dari penghayatan yang mendalam terhadap persoalan yang diamati, dirasakan, dan dipikirkannya. Dengan demikian, setiap puisi pendek cenderung digolongkan ke dalam puisi lirik.
Pada puisi lain, Rusli Marzuki Saria menceritakan mirisnya kehidupan petam di kampung halaman dengan segala keterbatasannya. Puisi berjudul “Pepatah Petitih” mengungkapkan kritik terhadap pepatah-petitih yang berlaku di dalam adat Minangkabau “Tak lapuk oleh hujan, tak lekang oleh panas”. Pemerintah menilai bahwa jasa-jasa Abdul Moeis dalam perjuangan untuk mencapai kemerdekaan, cukup besar. Tentu Pemerintah akan kecewa. Oleh karena itu Pemerintah menghargainya sebagai seorang pahlawan. Ayah Rusli Marzuki Saria adalah seorang yang terpandang di daerahnya karena ia pernah menjadi wali nagari (pemimpin nagari) dan seorang pengusaha yang sukses. Rupanya nasib Rusli Marzuki Saria harus menjadi anak piatu karena pada tahun 1946 ibunya meninggal dunia ketika itu ia masih duduk di kelas III SD. Artinya, golongan III A PGPN 1955 diturunkan menjadi golongan BB/IH dengan masa kerja ditambah dua tahun karena memiliki ijazah SMP. Di Payakumbuh inilah Rusli Marzuki Saria menyelesaikan pendidikan SD dan menamatkan SMP (Sore) pada tahun 1953 dan pada tahun yang sama ayahnya pun meninggal dunia sehingga rencana akan melanjutkan studi ke Akademi Seni Rupa (ASRI) Yogyakarta pun batal. Rusli adalah tipikal manusia yang tidak suka membuka konflik dengan orang lain sehingga ketika ia merasa tidak nyaman dalam suatu hubungan dengan lingkungan, ia tidak akan menghadapinya secara frontal.
Sehingga tercapai cita-cita kita, suatu masyarakat Pancasila yang adil dan makmur. Penyair termasuk seseorang yang selalu mengendapkan setiap gejala sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Suasana kehidupan masyarakat yang memprihatinkan juga menimbulkan keresahan jiwanya. Deepfake dan konten manipulatif yang menjamur lantaran teknologi dan kanal digital, menimbulkan konsekuensi dilema etika yang harus dihadapi oleh media. Donny menggarisbawahi perlunya etika dalam menggunakan kecerdasan buatan untuk pembuatan konten dan personalisasi konten yang efektif. Lebih dari seperdua usianya gunakan untuk perjuangan bangsanya. Rusli Marzuki Saria adalah anak laki-laki satu-satunya dari 17 orang bersaudara. Rusli Marzuki Saria meraih penghargaan dari dunia yang saling berkelindan, baik dari dunia jurnalistik maupun dunia sastra. Elon Musk Kenalkan Tesla Cybercab: Tanpa Pedal-Setir, Lebih Aman dari Manusia! Begitu pula halnya dengan hidup manusia. Ninik menyoroti perlunya keterbukaan dalam penggunaan AI untuk mengatasi tantangan dan akuntabilitas editorial manusia dalam menjaga kesesuaian dengan hukum dan kode etik jurnalistik. Karena itu tawaran untuk bekerja di bidang pemerintahan, ditolaknya.
Ia tercatat memperoleh empat penghargaan di kedua bidang tersebut. Di Payakumbuh, ayahnya melanjutkan usaha di bidang jasa angkutan kuda (bendi), meneruskan usaha yang telah ada di Agam dulu. Jakarta - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) ternyata menghadirkan berbagai dinamika dan problematika yang kompleks di sejumlah sektor usaha dan profesi, termasuk bagi industri media. Perantauan bagi setiap orang Minangkabau tidaklah membuat mereka melupakan kampung halamannya. Rusli Marzuki Saria dilahirkan di Kamang, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat pada tanggal 26 Februari 1936. Pada awalnya Rusli Marzuki Saria tinggal bersama ibunya di kampung halaman mereka, Kamang, Agam. Pesan yang dapat dimaknai pada sajak itu adalah tentang penderitaan kehidupan petani di kampung yang banyak didera penderitaan karena sutitnya penghidupan. Pada tahun 1988, ketika terjadi pemberontakan PRRI-Permesta (Perang Revolusi Republik Indonesia-Perlawanan Rakyat Semesta), Rusli Marzuki Saria dipecat dari kepolisian karena terlibat dengan pemberontakan daerah Sumatera Tengah terhadap Pemerintahan Pusat tersebut. Sesudah Perang Kemerdekaan selesai, Abdul Moeis pindah ke Jakarta. Yaitu suatu tekad untuk membela dan mengisi kemerdekaan sebaik-baiknya. 218 tahun 1959 Abdul Moeis ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan. Pada tanggal. 17 Juni 1959 ia meninggal dunia di Bandung, setelah mendapat serangan tekanan darah tinggi. Abdul Moeis menjalani kehidupan di dunia ini selama 76 tahun. Karena itu Abdul Moeis pindah ke Bandung.
Comments
Post a Comment